Selasa, 13 Oktober 2009

MENERIMA PENGEDITAN SKRIPSI

Saya Siap melayani pengetikan dan pengeditan skripsi karena saya orang bahasa Indonesia,,,,,terima kasih

Sabtu, 13 Juni 2009

PUISI KETIKA DI SSC MOKER


kata SAYANG bukan berarti Saaaa,,,,yangggg!!


Ketika aku harus mengucapkan sesuatu
satu hal yang akan kulakukan
hal itu adalah sayang!!!!

namun, akankah hal itu kan ditentang oleh mereka
Mereka yang mengatasnamakan sebagai pembela agama
tanpa melihat siapa yang benar dan siapa yang salah

tapi itu sayang yang bagaimana???
itu adalah sayang antarmanusia
bukan dengan lawan jenis

bolehkah hal itu???

jelas boleh
kalau tidak boleh
mungkin dunia ini kan sepi
kekejaman kan merajalela
deru pesawat tak terbendung
suara dentuman meriam menjadi bagian dari keseharian

oooo

TUHANNN

biarkan AKU mengucapkan kepadanyaaa

rasa cinta itu

cinta sesama manusia yang halal dan barokah

AMIN!!!!

Kamis, 09 Oktober 2008

PuiSi Tuk ShbtQ yg N1k4h

Nikah? Awal dari Semuanya


Setiap langkah seseorang kan terhenti di suatu tempat

Tapi, dia tidak akan menyangka bahwa tempat itu yang dituju

Siapa pun tak pernah tahu akan kehidupan selanjutnya

Ramalan bukan solusi tapi awal



Di kelasku sudah hilang seseorang di tahun yang lalu

Sekarang, bertambah menjadi dua

Alangkah bahagia mereka

Saat dipertemukan dengan orang yang menjadi bapak dari anak-anak mereka


Dua hari tak akan hilang

Tapi empat tahun kan sirna

Penantian tiap manusia

Kan terhenti ketika janur melengkung



Semua kehidupan serasa berhenti

Dikala cincin melingkar di jari

Siapa yang tahu

Bahwa benda itu akan melingkar di hari ini

by, AR 135 TA


Cerpen Ketika Magang DI JaWa PoS


Malam, Mengenang Jalan A Yani SuraBaya

by AR135TA

Minggu dini hari, cahaya lampu kota berjajar dan saling melirik. Traffic light yang senantiasa menjadi musuh di siang hari, ternyata bercanda dengan aku di malam itu. Suara gaduh memudar, bau yang menyengat, dan hembusan debu yang tak terkendali terasa asing lagi baiku. Ketika aku dan temanku di antara pepohonan dan ruas jalan A Yani, terasa segar udara yang kuhirup.

”Ya Tuhan, alangkah indah ciptaanMU. Tapi, lebih bijaksana jika ENGKAU memberi kami pencerahan tentang arti ciptaanMU”, doaku dengan suara lantang di antara hembusan angin.

”Brak..!,”.

”Suara apa itu?,” tanyaku kepada Ahmad yang sedari tadi dengan setia memboncengku.

”Lihat itu?,” jawabnya dengan nada kaget dan jarinya menunjuk ke arah seberang jalan.

Tak ada yang dapat aku perbuat, ketika kulihat ibu itu merintih kesakitan. Tapi, beberapa menit, banyak orang yang menolong ibu tersebut. Aku dan temanku melihatnya dari seberang jalan, langkahku untuk mendekati ibu itu sia-sia karena taman pemisah jalan tak putus.

”Ya Tuhan. Aku bingung, gundah, terpana, dan resah ketika melihat kejadian tersebut. Apa manusia, makhluk terceroboh. Mungkin, kami makhluk terpintar sekaligus terhina.” Tanyaku di dalam hati.

Akan tetapi, di balik itu semua. Terdapat keajaiban yang tak bisa dibayangkan ataupun diimajinasikan. Tapi, aku tahu bahwa Tuhan memberi yang terbaik berupa keindahan dan kesialan. Udara segar, angin sepoi-sepoi, warna-warni lampu penerangan jalan, dan pohon rindang yang menjagaku dari udara malam. Bahkan, sejuta atau semiliar orang tak dapat menjelaskan seluruh keindahan dari Tuhan untuk manusia.

Kita kembali ke jalan A Yani. Saat itu, tak ada satu pun motor yang membisingkan telingaku. Tak satu pun mobil yang membunyikan klaksonnya hanya untukku, temanku, dan motorku.

Bukan hal yang biasa bagi kami, ketika motor kami melaju di jalan yang tak berpenghuni seperti siang hari. Tujuanku untuk menyetel alarm di handphone pupus. Sebab, alat untuk mengirim pesan tersebut jatuh. Aku seakan tak percaya, bukan karena harga dari handphone-ku. Akan tetapi, alat itu hanya satu-satunya lat untuk mengeluarkan aku dari kejenuhan di kala aku dibonceng. Motorku berhenti dan tanganku meraih barangku yang jatuh tersebut.

Malam itu, aku dan temanku di jalan A Yani karena gedung berlantai 21. gedung yang membawa berkah bagi khalayak umum. Aku mengenal dunia juranalis karena gedung tersebut. Ketika keluar dari gedung tersebut, setitik ilmu tak boleh kutinggal di sana.

Tepat pukul setengah dua, aku sampai di rumah. Kulepas sepatu warna hitam, kuhidupkan lampu, lalu kubanting tubuhku di atas alas kasur. Lampu kamar tidur tersebut menarik bola hitam mataku dan membuatku termangu. Segera kutarik napas panjang serta terucap harapan dari dalam jiwaku.

”Akankah ketika mentari di atas kepalaku, A Yani seperti tadi. Atau A Yani tetap A Yani yang dulu. Yang tersenyum di saat malam dan marah di siang hari.” Ujarku saat jarum jam dindingku menghipnotis mataku agar segera tidur dan melepas semua kelelahanku.

Sabtu, 31 Mei 2008

SAYA MENGUCAPKAN TERIMA KASIH KEPADA PIHAK JAWA POS KARENA MEMPERBOLEHKAN KAMI UNTUK MAGANG. TERIMA KASIH KEPADA PAK GUNTUR, PAK YARNO, PAK DIDIK, PAK GIK, MAS YUSUF, MAS EKO, MAS IRWAN, MBAK ERNA, MBAK PIDO, MBAK PRIDO, DAN MAS ANDRI.



KAMI MAHASISWA UNESA (ARIESTA BAGUS, SOFI, MANAF, DAN INTAN)

DAN JUGA KEPADA BU TITIK INDARTI SELAKU DOSEN PEMBIMBING

FPLP

FORMAT PENULISAN SURAT LAMARAN PEKERJAAN

Kepada Yth. .............
di tempat


Dengan hormat, saya yang bertanda tangan di bawah ini melamar pekerjaan di perusahaan....bagian...... Saya mengetahui lowongan ini dari................. terima kasih atas perhatiannya. berikut ini cv saya:
nama:
alamat:
tempat/tanggal lahir:
pendidikan:
adapun beberapa lampiran yang saya sertakan sebagai berikut:
1.foto copy ktp
2. foto copy ijazah
3. foto copy ..........(isi sertifikat atau piagam yang pernah anda terima)
4. foto copy .........

Maaf jika ada yang salah dan terima kasih atas perhatiannya.

kota, tanggal penulisan
hormat saya


nama

Minggu, 18 Mei 2008

Hidup bukan Mati bukan Hidup

by Ari

Suatu dilematika di dalam kehidupan adalah ketika Kita menghadapi pilihan yang berasumsi pada dua hal. yakni antara kematian dan kehidupan. Dalam artian, seseorang harus mampu memahami arti dari keputusan sebelum mengambil keputusan. Kematian, yang berasal dari kata 'MATI' dalam KBBI adalah sudah hilang nyawanya. Berarti, ketika seseorang memutuskan untuk 'mati'.

Dia harus lebih berpikir panjang lagi karena berhubungan dengan nyawa. Tapi ini

tidak berlaku untuk Nunung Kholifah, warga Jalan Kapas Madya, Surabaya, itu nekat bunuh diri

bersama anaknya (Jawa Pos, Minggu 4 Mei 2008). Akankah kita berpikir hanya sedetik atau

dua detik atau bahkan tak berpikir sedetik pun.

Semua orang bisa berpikir, semua orang adalah kesuksesan bagi diri mereka sendiri. Ketika kita memutuskan sesuatu, kita harus memiliki sebuah pemikiran yang panjang dan mendalam. Mati atau Hidup sudah digariskan, tapi bukan kita yang menggariskannya.

Hidup atau masih terus ada dan bergerak, adalah suatu kesempatan untuk kita. kesempatan untuk membuat diri kita menjadi diri kita sendiri. tidak ada lagi kekacauan, tidak ada lagi permusuhan, tidak ada lagi kasus pembunuhan. Seakan-akan hal itu mudah diwujudkan, sejujurnya sulit saudaraku. karena kita masih bisa berpikir, mungkin kalau kita tidak bisa berpikir. Barulah hal tersebut dapat diwujudkan. Tapi, akan lebih baik lagi jika kita berpikir dan berdamai. "Lihat atas untuk memacu diri menuju sukses, lihat bawah agar kita tidak lupa siapa sebenarnya diri kita".



Daftar rujukan:

Surat Kabar Jawa Pos hari minggu tanggal 4 Mei 2008

Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi ketiga, Departemen Pendidikan Nasional, Balai Pustaka
silakan Comment!!!!!!!!!!!!!!!!

Rabu, 30 April 2008

artikelku


CERPEN HARUS MENARIK?
oleh Ariesta
Akankah Anda setuju dengan pernyataan “Cerpen harus menarik!”. Coba Anda pikirkan pernyataan itu. Kemudian Anda mencari literature yang sesuai, apa Anda mau mencoba mulai sekarang?

Berbagai solusi diberikan oleh beberapa pakar. Diantaranya, Afifah afra (2007:118-125) menyatakan bahwa dalam penulisan cerpen kita harus melaksanakan suatu hal sehingga cerpen yang kita tulis menjadi menarik. Yang pertama, kita harus konsisten, maksudnya adalah konsistensi penulisan dari awal hingga akhir terutama dalam hal penceritaan. Itu diterapkan dengan memerhatikan jiwa penulisan tidak menggebu-gebu, seolah-olah penulis takut jika cerpennya tidak dimengerti pembaca.


Yang kedua, penggunaan kalimat multifungsi. Hal itu dimaksudkan agar cerpen yang dihasilkan memiliki karakteristik kata yang dapat diterima dan menjadikan imajinasi pembaca berkembang.


Yang ketiga, pemilihan judul. Jadi, judul yang ditulis harus menarik dan membuat penasaran. Artinya, pemaknaan dari judul yang ditulis membuat pembaca tertarik untuk membacanya. Jangan harap pembaca berterima dengan judul yang basi atau sudah dianggap universal (sudah banyak yang memakai judul tersebut).


Yang keempat,mengawali cerpen dengan ledakan. Artinya, kalimat pertama atau kata pertama dalam cerpen harus mirip seperti presentasi. Itu dimaksudkan agar pembaca tertarik dengan cara diikat perhatiannya terlebih dahulu hingga mereka tidak sadar atau seolah-olah mereka telah terhipnotis oleh cerpen.


Yang kelima, diksi harus diperhatikan. Diksi atau pilihan kata, tidak sama dengan yang di atas tadi. Sebab, pada urutan ini, diksi yang dimaksud ialah diksi yang mengarah kepada estetika atau nilai seni. Tapi jangan asal dalam memilih kata, coba renungkan terlebih dahulu sebelum menuliskan kata tersebut di dalam cerpen Anda!


Yang terakhir, ending yang baik. Ending atau akhir cerpen harus membuat pembaca terkejut. Misalnya, pembaca memberi kesimpulan bahwa ending dari cerpen yang Anda tulis ialah gembira (Happy ending). Kemudian ketika mereka membaca sampai tuntas, kesimpulan mereka berubah dan menyatakan bahwa endingnya sedih (sad ending). Hal tersebut membuat pembaca tertarik dan dimungkinkan cerpen Anda akan disebarkan oleh pembaca satu kepada pembaca yang lain agar mereka membacanya.




DAFTAR RUJUKAN:


Afra, Afifah. 2007. How To Be A Smart writer. SURAKARTA: Indiva Media Kreasi.

Jumat, 25 April 2008

cerpen NOVA

oleh NOVA/XC/SMAN 1 SURABAYA


SALAH SERAGAM


Di suatu pagi, sang mentari sudah meninggi. Aku segera bergegas berangkat sekolah. Sekali-kali aku melihat jam tanganku.


“Aduh, kurang lima menit! Semoga masih sempat,” pikirku dalam hati.

Aku berlari sekuat tenaga agar dapat sampai ke sekolahg selama sealang waktu lima menit itu. Rumahku dekat dengan SDku dan dapat ditempuh dengan berjalan kaki selama sepuluh menit. Tetapi bila kana terlambat aku akan diantar sama omku dengan mengendarai sepeda motor. Sekalian omku pergi berangkat kerja.
Tetapi pagi itu omku sudah berangkat terlebih dahulu. Jadinya aku harus berlarian begini. Yah, hitung-hitung olahraga sebelum sekolah.
Hosh……….hosh………hosh! akhirnya tiba juga juga kau di sekolah. Letih pun menghampiri. Aku masih mengatur napasku yang tersengal-sengal. Tampak siswa SD berbaris rapi mempersiapkan upacara yang akan segera dimulai. Anak kelas VI SD berbaris di tempat paduan suara.

Aku mengambil temapt di antara mereka. Barisan dua dari belakang. Tas kuletakkan pada barisan paling belakang dan kudandarkan di dinding kelas.Upacara berlangsung dengan khidmat. Siswa kelas VI bernyanyi dengan kompak. Setelah upacara selesai, kami kembali ke kelas masing-masing. Saat menuju kelas, seorang teman menyapaku.


" Va, kamu sekarang kelas berapa?,” tanyanya.


“ Yah, kelas VI. Maksudmu apa sih?,” jawabku.


Dia hanya tersenyum meninggalkanku. Aku terheran-heran dengan sikap dia dan teman yang lain. Ada lagi yang bertanya padaku.


“ Va, kamu mau kembali ke kelas II?,” tanyanya.


“ Apa sih! Dari tadi banyak anak yang tanya begitu. Tadi Ardi, sekarang kamu. Memangnya kenapa sih?,” kataku dengan nada yang marah.


“ Lihat bet seragammu!,” katanya.
Begitu kuliah tbet seragamku, begitu terperanjatnya aku. Karena tertera angka Romawi II di betku. Rupanya seragamku tertukar dengan seragam milik adikku yang sama-sama bersekolah si SD itu. Pak guru menyuruhku menutupi betku agar tidak ketahuan kepala sekolah.




AKU TUNGGU KOMENTARNYA!!!!!!!!!!!!!

cerpen Mariana




oleh MARIANA PUTRI/XC/SMAN 1 SURABAYA



PESAN dari SURGA



Hujan rintik-rintik menghiasi sore ini. Benar-benar menyebalkan, mengingat pertemuanku denan dia hanya tinggal beberapa jam saja.


Aku tidak habis fikir, mengapa ‘DEWA HUJAN’ tega sekali padaku.
Untuk sesaat aku memandangi pemandangan di luar jendelaku.


Semuanya tampak tak terlalu rapi dan membosnkan. Tetapi aku merasa ada sesuatu hal yang istimewa akan terjadi hari ini. Aku tersenyum sendiri berharap sesuatu itu ada hubungannya dengan ‘ bintang’.
Tiba-tiba terdengar ketukan pintu berkali-kali dari pintu kamarku.


Dengan segera kubuka pintu kamarku. Ternyata hanya adikku, biang kekacauan dalam rumah ini. “Huh…anak ini lagi” kaluhku.


Aku beragam dalam hati semabri menutup kembali pintu kamarku.
Selagi aku menunggu ‘bintang’, aku pun berbaribng di kasur kamarku. Tanpa sadar, aku pu sudah terbuai ke dalam mimpi.


Aku pun melihat ada sebuah cahaya yang sangat terang dari kejauhan. Semakin lama cahaya itu mendekat kepadaku dan menuntunku ke suatu tempat yang agak asing bagiku. Tetapi setelah kucermati, ternyata aku sedang berada di rumah sakit. Cahaya tersebut menuntunku lebih jauh, aku pun masuk ke dalam sebuah ruangan.
Di sana aku melihat sososk lelaki yang sebaya denganku. Dia tampak lemah tak berdaya. Dia tampak seperti di ambang ajal. Lama kulihat wajahnya, sangat tak asing lagi dia bagiku. Aku baru menyadarinya, ternyata dia adalah bintang. Aku pun tak percaya tetapi tanpa kusadari air mataku pun telah jatuh bercucuran. Tanpa sempat berkata-kata aku pun terbangun.
Seketika itu pula pintu kamarku berbunyi untuk ke-2 kalinya. Aku pun segera bergegas membuka pintu. Di balik pintu kamarku aku melihat di Inem. Bi Inem memberi kabar bahwa ‘bintang’ sekarang sedang berada di rumah sakit. Dengan segera aku pun langsung berangkat ke rumah sakit.




Dalam hati aku berucap “Betapa beruntungnya aku mendapat mimpi seperti itu”.




PLEEEES KOMENTARNYA!!!!!!!!!!!!!